Kesadaran akan kelemahan umat islampun timbul mulai abad ke 11 H/17 M dengan kalahnya kerajaan turki usmani dalam perang dengan bangsa eropa. Dari kekalahan tersebut, kahirnya para raja-raja islam terdorong untuk mencari tahu sebab-sebab kekalahan mereka. Mereka mulai memperhatikan kemajuan-kemajuan bangsa eropa, terutama perancis yang merupakan pusat kemajuan dieropa. Maka dari itu, dikirimlah duta-duta untuk mempelajari kemajuan eropa. Untuk pertama kalinya didatangkan pelatih-pelatih militer dari eropa dengan didirikannya sekolah teknik militer pada tahun 1734 M.
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern didirikannya percetakan untuk pertama kalinya di Istambul pada tahun 1727 M, untuk mencetak berbagai buku ilmu pengetahuan barat. Disamping itu, diadakan pula percetakan al-qur’an dan buku-buku agama lainnya. Tetapi ada beberapa tantangan dari pihak ulama dan golongan tentara yang sudah ada sebelumnya yang disebut pasukan Yaniseri. Sehingga rencana pembaharuan tersebut tidak dapat berkembang.
Kerajaan Usmani kurang berhasil dalam penngembangan ilmu dan teknologi, karena hanya mengutamakan perkembangan militer. Kemajuan militer yang tidak diimbangi oleh kemajuan ilmu dan teknologi menyebabkan kerajaan ini tidak sanggup menghadapi persenjataan musuh dari Eropa yang lebih maju.
Kebudayaan Turki Usmani merupakan perpaduan bermacam-macam kebudayaan. Ajaran tentang etika dan tata krama dalam istana raja-raja, mereka banyak mengambil kebudayaan Persia. Organisasi pemerintahan dan kemiliteran dari kebudayaan Bizantium. Prinsip-prinsip ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, keilmuan dan huruf menyerap dari bangsa Arab.
Karena mereka lebih memfokuskan ke bidang militer, maka bidang keilmuan tidak begitu menonjol, karena itu Turki Usmani tidak pernah ditemukan ilmuwan terkemuka. Namun demikian, mereka lebih berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam, seperti Mesjid Al-Muhammadi atau Mesjid Jami' Sultan Muhammad Al-Fatih, Mesjid Agung Sulaiman dan Mesjid Abi Ayyub Al-Anshari. Mesjid-mesjid itu dihiasi dengan kaligrafi yang indah. Salah satu mesjid yang terkenal keindahan kaligrafinya adalah mesjid yang asalnya gereja Aya Sopia.
Pada masa Sulaiman dikota-kota besar dan lainnya banyak dibangun mesjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum
Setelah warisan filsafat dan ilmu pengetahuan islam diterima oleh bangsa eropa sedangkan umat islam sudah tidak memperhatikannya lagi maka secara berangsur-angsur telah membangkitkan kekuatan dieropa dan menimbulkan kelemahan pada umat islam. Karena itu, secara berangsur-angsur umat islam ditundukkan oleh bangsa eropa dan wilayah-wilayah islam juga telah ditaklukkan dan melemahkan kehidupan kaum muslimin.



Unknown